24 Januari 2013

Risiko Tertular HIV/AIDS Jika Ditempong atau Menempong Waria

Tanya-Jawab AIDS No 10 /Januari 2013
 
Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya termasuk orang yang bersiko terkena IMS atau HIV. Sebelumnya saya belum pernah berhubungan dengan waria. Namun, seminggu yang lalu saya tidak tahu ternyata teman kencan saya seorang waria. Namun, di bawah pengaruh alkohol, saya melakukan seks anal dengan kondom, namun, maaf, tidak lama karena dia tidak suka. Ketika mau dimasukan lagi tanpa kondom saya menolak. (1) Seberapa besar saya berisiko terkena HIV kalua ternyata waria tersebut mengidap HIV/AIDS? (2) Seberapa besar risiko penularan HIV dari waria ke teman kencannya? (3) Saya baca relatif penularan lebih birsiko bukan dari waria ke teman kencannya, melainkan dari teman kencannya yang menulari ke waria, apakah benar demikian?

Tn “A” (via e-mail, 23/1-2013)

Jawab: (1) Tingkat risiko tertular IMS dan HIV atau dua-duanya sekaligus pada diri Anda, apakah Anda jujur bahwa Anda belum pernah melukan hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan perempuan yang berganti-ganti atau dengan perempuan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK)? IMS adalah infeksi menular seksual yaitu penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan yang mengidap IMS, seperti GO (kencing nanah), sifilis (raja singa), virus hepatitis B, klamidia, jengger ayam, dll. Kalau pernyataan Anda benar bahwa seks anal dilakukan dengan kondom, maka risiko Anda sangat kecil untuk tertular HIV. Tapi, ini terkait dengan seks anal dengan waria tsb., tidak termasuk, maaf, jika Anda pernah melakukan perilaku berisiko lain.

(2) Tingkat risiko penularan HIV melalui seks anal dari waria yang mengidap HIV/AIDS ke laki-laki yang melakukan penetrasi penis ke anus waria berupa seks anal (dikenal sebagai menempong) atau menerima penetrasi penis waria yang mengidap HIV/AIDS ke anus laki-laki (dikenal sebagai ditempong) tidak bisa diketahui dengan pasti. [Catatan: dalam KBBI kata tempong diartikan sebagai melemparkan sesuatu menuju sasarannya dan menolak perahu (dari tebing dng galah)]Yang jelas risiko penularan melalui seks anal lebih besar daripada seks vaginal karena kondisi permukaan anus yang mudah mengalami perlukaan ketika bersentuhan dengan penis. Ini membuat penis bergesekan secara kasar dengan permukaan anus. Jika penis juga mengalami perlukaan (luka-luka mikroskopis artinya luka-luka yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, seperti perih pada gusi kalau berkumur-kumur selesai gosok gigi).

(3) Risiko tertular HIV dari waria ke laki-laki yang menempong melalui seks anal tanpa kondom lebih besar daripada menularkan HIV kepada waria yang ditempongnya karena penis laki-laki yang menempong bergesekan langsung dengan permukaan anus. Gesekan penis terus terjadi pada anus seiring dengan gerakan laki-laki yang melakukan seks anal sehingga menyebabkan perlukaan pada anus dan penis.

Sekali lagi, risiko Anda rendah hanya dalam kasus seks anal dengan waria yang Anda tanya, sedangkan perilaku seks lain risiko tertular ada pada diri Anda: Apakah Anda pernah melakukan perilaku berisiko sebelum menempong waria tsb.?

Kalau jawaban Anda tidak, maka risiko Anda kecil. Tapi, kalau jawaban ya, maka Anda berisiko tinggi tertular HIV. Akan lebih baik kalau Anda menjalani tes HIV di klinik VCT (tempat tes HIV sukarela gratis dengan konseling dan kerahasiaan) di rumah sakit umum di daerah Anda. . ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.