31 Januari 2013

Risiko Tertular HIV Jika Ngesek dengan PSK Langganan


Tanya-Jawab AIDS No 2 /Februari 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Saya laki-laki umur 25 tahun. Saya tidak bisa menahan dorongan seks, setiap kali gajian saya selalu ngesek dengan PSK. Saya tidak punya pacar. (1) Apakah penularan HIV melalui hubungan seksual terjadi spontan jika salah satu mengidap HIV/AIDS? (2) Kalau ngesek dengan PSK biasanya di sebuah tempat mangkal PSK di Jakarta Timur, ini bagaimana risikonya? (3) Apakah masih ada risiko tertular IMS dan HIV jika saya hanya berhubungan seks dengan seorang PSK muda yang menjadi langganan saya? Kesegaran dan kebugaran badannya meyakinkan saya bahwa dia tidak mengidap HIV/AIDS.  (4) Apakah PSK yang saya kencani itu berisiko tertular HIV?

 Tn “Ax”, Kota D, Jawa Barat (via SMS 21/1-2013)

Jawab: (1) Penularan HIV melalui hubungan seksual bisa terjadi kalau hubungan seksual dilakkan tanpa kondom di dalam dan di luar nikah jika salah satu mengidap HIV/AIDS. Probabilitas (kemungkinan) penularan HIV melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan yang mengidap HIV/AIDS 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kemungkinan terjadi penularan. Persoalannya adalah tidak bisa diketahui pada hubungan seksual keberapa terjadi penularan. Bisa saja pada hubungan seksual yang pertama, kedua, kelima, kesepuluh, ketujuh puluh, dst. Maka, setiap hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan yang mengidap HIV/AIDS ada risiko tertular HIV.

(2) PSK di tempat mangkal itu berisiko tertular HIV karena PSK itu melakukan hubungan seksual dengan laki-laki yang berganti-ganti. Ada kemungkinan salah satu dari laki-laki yang diladeni PSK itu mengidap HIV/AIDS sehingga PSK itu berisiko tertular HIV. Celakanya, tidak ada tanda-tanda yang khas ketika seseorang tertular HIV.

(3) dan (4) Anda memang tidak berganti-ganti pasangan, tapi PSK yang menjadi ’langganan’ Anda selalu melakukan hubungan seksual dengan laki-laki yang berganti-ganti. PSK itu berisiko tinggi tertular HIV sehingga Anda juga berisiko tertular HIV kalau Anda tidak memakai kondom jika sanggama dengan PSK ’langganan’mu itu.

Seseorang yang sudah mengidap HIV/AIDS tidak menunjukkan tanda-tanda yang khas AIDS pada fisiknya. Kebugaran dan kesegaran tubuh PSK itu tidak jaminan bahwa dia tidak mengidap HIV/AIDS. Yang jelas perilaku PSK itu berisiko tertular HIV sehingga Anda pun berada pada risiko tinggi tertular HIV/AIDS.

Jika Anda tidak bisa menahan dorongan hasrat seksual, ya, silakan menikah. Ini jalan terbaik. Tapi, diharapkan Anda tidak melacur lagi kalau sudah menikah. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.