11 Januari 2013

Penyebaran HIV/AIDS di Kab Tangerang, Banten, Menyalahkan PSK


Tanggapan Berita (12/1-2013) – “Akibat menjamurnya PSK tersebut, laju penyebaran penyakit Human immunodeficiency virus infection/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) tak terbendung.” Ini pernyataan dalam berita “PSK di Kabupaten Tangerang Menjamur, HIV/AIDS Meningkat” di www.kabar6.com ( 9/1- 2013).

Pernyataan itu terkait dengan tingkat pelacuran yang melibatkan pekerja seks komersial di wilayah Kab Tangerang, Banten. Dikabarkan jumlah PSK di sana setiap tahun bertambah antara 500-600.

Tapi, tunggu dulu. Biar pun pelacuran dikait-kaitkan dengan penyebaran HIV/AIDS, ada dua hal yang luput dari perhatian, yaitu:

Pertama, ada kemungkinan HIV/AIDS pada PSK ditularkan oleh laki-laki dewasa penduduk Kab Tangerang yang melacur tanpa kondom. Kalau ini yang terjadi, maka di masyarakat ada laki-laki dewasa yang mengidap HIV. Dalam hidupan sehari-hari laki-laki itu bisa sebagai seorang suami yang berisiko pula menularkan HIV kepada istrinya (horizontal). Jika istrinya tertular HIV, maka ada pula risiko penularan HIV dari-ibu-ke-bayi yang dikandungnya.

Kedua, ada kemungkinan PSK yang mengidap HIV/AIDS tertular di luar Kab Tangerang. Kalau ini yang terjadi, maka ada laki-laki dewasa penduduk Kab Tangerang yang tertular HIV dari PSK karena melacur tanpa kondom. Dalam hidupan sehari-hari laki-laki itu bisa sebagai seorang suami yang berisiko pula menularkan HIV kepada istrinya (horizontal). Jika istrinya tertular HIV, maka ada pula risiko penularan HIV dari-ibu-ke-bayi yang dikandungnya.

Menurut Pengelola Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kab Tangerang, Hady Irawan, kasus kumulatif HIV/AIDS di Kab Tangerang sampai awal 2012 mencapai 675 yang terdiri atas 461 HIV dan AIDS 214. Kasus terbanyak terdeteksi di Kecamatan Kosambi.

Ada atau tidak ada pelacuran di Kab Tangerang yang menjadi kunci persoalan adalah perilaku seksual sebagian laki-laki dewasa: Apakah ada di antara mereka melacur tanpa kondom di Kab Tangerang atau di luar Kab Tangerang?

Jika terjadi di Kab Tangerang, maka langkah yang perlu dilakukan adalah membuat program yang konkret berupa intervensi melalui regulasi untuk memaksa laki-laki memakai kondom setiap kali melakukan hubungan seksual dengan PSK.

Tanpa langkah yang konkret, maka penyebaran HIV/AIDS di Kab Tangerang akan terus terjadi yang kelak bermuara pada ’ledakan AIDS’. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.