06 Januari 2013

Penanggulangan HIV/AIDS di Kab Agam, Sumbar, Tanpa Program Konkret


Tanggapan Berita (7/1-2013) – “Kemungkinan ba­nyak yang tak terungkap karena ren­dahya kesadaran induvidu berisiko tinggi memeriksakan diri dan konsultasi ke tempat pe­layanan HIV/AIDS yang ter­se­dia.” Ini pernyataan dalam berita “Agam Tiga Besar Kasus HIV/AIDS” di Harian “Padang Ekspres” (5/1-2013) terkait dengan jumlah kasus kumulatif di Kab Agam, Sumatera Barat, sampai tahun 2012 yang mencapai 53 yang terdiri ats 1 HIV adan 52 AIDS.

Karena sudah diketahui latar belakang mengapa kasus HIV/AIDS banyak yang tidak terdeteksi, maka diperlukan langkah yang konkret untuk mendeteksi HIV/AIDS di masyarakat.

Celakanya, Pemkab Agam tidak mempunyai program yang konkret untuk mendeteksi kasus HIV/AIDS di masyarakat yang tidak terdeteksi.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, Indra, mengatakan, “Untuk mengatasi HIV/AIDS ini Dinas Kesehatan Ka­bu­paten agam bekerjasama de­ngan KPA Agam. Selama 2012, melakukan penyuluhan HIV/AIDS dan membuat posko kon­sultasi dan posko wajib lapor bagi pengidap penyakit HIV/AIDS di Puskesmas Biaro. ....”

Pertanyaan untuk Indra: Apakah di wilayah Kab Agam ada pelacuran?

Indra tentu saja membantah: Tidak Ada!

Indra benar adanya. Tapi, tunggu dulu karena yang tidak ada adalah lokalisasi pelacuran. Sedangkan praktek pelacuran terjadi di sembarang tempat dan sembarang waktu.

Kalau praktek pelacuran terjadi di Kab Agam, maka yang diperlukan adalah langkah konkret bukan sebatas penyuluhan.

Program yang diperlukan adalah intervensi berupa program yang mewajibkan laki-laki dewasa memakai kondom jika melacur.

Tanpa program yang konkret, maka penyebaran HIV/AIDS dengan faktor risiko hubungan seksual akan terus terjadi di Kab Agam. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.