28 Januari 2013

Ngeri Setelah Membaca Informasi HIV/AIDS karena Pernah Seks dengan PSK

Tanya-Jawab AIDS No 13 /Januari 2013

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Sekitar 2,5 tahun yang lalu, saya melakukan hubungan seksual dengan seorang pekerja seks komersial (PSK), waktu itu saya memakai kondom. Kemarin saya iseng browsing  di internet. Ternyata yang tertular virus HIV penyakitnya dapat muncul setelah 5-10 tahun kemudian. Nah, saya jadi takut dan kembali mengingat-ingat kejadian yang lalu.  Saya memang tidak memiliki gejala-gejala setelah tertular seperti yang saya baca di internet yaitu: demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, dll. Petanyaan saya:

(1) Setelah saya berhubungan seksual, kira-kira berapa lama waktu untuk menunjukkan gejala-gejala tersebut?

(2) Apa-apa saja gejala-gejala yang nampak setelah saya berhubungan seksual (jadi saya bisa membandingkan penyakit-penyakit apa saja yang sudah pernah saya alami)?

(3) Berdasarkan artikel internet yang saya baca, bahwa penyakit AIDS itu muncul setelah 5-10 tahun kemudian. Nah, apakah selama 2,5 tahun ini tanda-tanda apa kira-kira yang bisa saya lihat untuk yang tertular virus itu?

(4) Karena artikel di internet itu, saya jadi tidak bisa fokus pada pekerjaan saya. Saya malah lebih sering memperhatikan, misalnya: jari kelingking saya terkena benturan, berapa lama sembuhnya? Apakah normal? Saya juga sering terkena demam, batuk, pilek (perubahan musim), biasa-biasa saja dan tiga hari sudah langsung sembuh

(5) Di dalam mereplikasi virus, apakah virus-virus tersebut tidak bekerja? Misalnya menggangu kekebalan tubuh. jadi misalnya tangan saya luka, lama sembuhnya. misalnya saya terkena flu, sembuhnya juga lama?.

(6)  Apakah saya berlebihan menanggapi hal semacam ini? Jujur, saya baru sekali melakukan hubungan seksual dengan PSK tapi saya memakai kondom.

(7)  Apakah kita bisa melihat bagaimana ciri-ciri PSK yang mengidap HIV?

(8)  Bagaimana ciri-ciri/tanda-tanda PSK yang mengidap HIV?

(9) Saya baru mempelajari HIV/AIDS dari internet, saya jadi ngeri sendiri kalau mengingat semuanya. Apakah saya perlu cek darah ke dokter/rumah sakit?

(10) Apakah semua rumah sakit bisa cek virus HIV?

Saya berharap jawaban bisa meyakinkan saya bahwa saya tidak tertular HIV agar saya bisa tenang menjalani hidup ini.

Tn “Zy” (via e-mail, 16/1-2013)

Jawab: (1), (2) dan (3). Risiko tertular HIV melalui hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan yang mengidap HIV/AIDS adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kemungkinan terjadi penularan HIV. Persoalannya adalah tidak bisa diketahui kapan penularan terjadi. Bisa yang pertama, kedua, ketujuh, ketiga puluh, kesembilan puluh, dst. Maka, setiap hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan yang mengidap HIV/AIDS ada risiko tertular HIV.

Jika dilakukan dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti PSK, maka selalu saja ada risiko karena bisa saja ada di antara mereka yang mengidap HIV/AIDS.

Tidak ada gejala yang muncul setelah tertular HIV. Gejala yang muncul setelah tertular antara 5-10 tahun pun tidak khas terkait dengan HIV/AIDS karena penyakit itu bisa saja terjadi pada orang yang tidak mengidap HIV/AIDS, seperti ruam, sariawan, jamur di rongga mulut, diare, dan TBC.  Tapi, kalau penyakit tsb. sulit disembuhkan, maka ada kecurigaan terkait dengan HIV/AIDS karena pada orang yang tidak mengidap HIV/AIDS penyakit itu mudah disembuhkan.

Sedangkan penyakit IMS (infeksi menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom, seperti GO, sifilis, virus hepatitis B, klamidia, dll.) ada gejala sekitar dua minggu setelah tertular.

(4) Semua tergantung pada Anda. Apakah Anda jujur pada diri sendiri? Kalau memang hanya sekali melacur dan Anda memakai kondom, maka risiko sangat kecil. Maka, Anda tidak perlu risau. Lain halnya kalau Anda tidak jujur, maka amat wajar kalau Anda risau karena setiap kali melacur tanpa kondom ada satu risiko tertular HIV. Jika Anda terserang penyakit, seperti flu, dokter akan mengamati seperti apa penyembuhannya. Jika melewati kesembuhan yang biasa dokter akan curiga dan menganjurkan tes HIV.

(5) Ketika HIV masuk ke dalam tubuh dia akan mencari sel darah putih sebagai ‘pabrik’ untuk menggandakan diri. Satu virus akan menggandakan diri antara 10 miliar sampai 1 triliun setiap hari. Virus yang baru diproduksi akan mencari sel darah putih sebagai tempat untuk mereplikasi diri. Begitu seterusnya. Sel darah putih yang dijadikan ‘pabrik’ akan rusak. Itulah sebabnya orang-orang yang mengida HIV/AIDS akan mengalami system kekebalan tubuh yang rapuh karena sel-sel darah putihnya banyak yang rusak karena dipakai HIV sebagai ‘pabrik’.

(6), (7) dan (8) Ya, kalau Anda jujur tidak perlu risau. Tidak ada tanda-tanda khas AIDS pada PSK dan orang-orang yang bukan PSK yang sudah tertular HIV. Inilah persoalan besar yang dihadapi dalam penanggulangan HIV/AIDS karena orang-orang yang sudah mengidap HIV/AIDS tidak menunjukkan gajala-gejala yang khas AIDS pada fisik mereka dan tidak ada pula keluhan kesehatan yang khas AIDS.

(9) dan (10) Sekali lagi, kalau Anda jujur tidak perlu risau dan ngeri karena risiko Anda tertular HIV sangat rendah. Tapi, pemakaian kondom harus dari awal sampai ejakulasi. Karena Anda risau akan lebih baik kalau konsultasi ke Klinik VCT (tempat tes HIV sukarela gratis dengan konseling dan kerahasiaan) yang ada di rumah-rumah sakit umum daerah di tempat Anda. Lebih baik tes HIV di Klinik VCT daripada di laboratorium atau di rumah sakit yang tidak dirujuk pemerintah sebagai tempat tes HIV karena tes HIV mempunyai prosedur yang sangat khas. Jika di tempat Anda tidak ada klinik VCT, silakan kabari agar kami cari tempat yang terdekat dengan tempat Anda. . ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***


1 komentar:

  1. saya denny ( laki-laki ) umur 20 tahun ,sekitar 3 hari yang lalu Mr.P saya baru saja di oral sex (kondisi tidak memakai kondom ) oleh seorang wanita di salah satu spa di jakarta ,masalahnya setelah semua selesai dilakukan si wanita spa ini baru bicara bahwa dia sedang sariawan,saya sangat takut sekali ,menurut anda apa yg harus saya lakukan skrg ?
    kondisi fisik saya saat ini : normal" saja dan tidak ada gejala seperti demam,bercah merah di mulut,diare dan sebagainya.
    saya takut sekali amit" terkena HIV atau herpes atau penyakit kelamin lainnya,mungkin bisa dibantu.
    kondisi ini baru pertama kali saya alami

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.