02 Januari 2013

Di Sulawesi Utara, Banyak Suami yang Menularkan HIV kepada Istrinya


Tanggapan Berita (3/1-2013) – ” .... penyebaran HIV AIDS di Sulut makin mencemaskan. Yang ironis, dari 1.116 total penderita penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut, 210 di antaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT). Jumlah IRT yang terjangkit HIV-AIDS bahkan lebih besar dari perempuan wanita pekerja seks (WPS).” Ini ada dalam berita ”210 IRT dan 4 Pelajar Terjangkit HIV-AIDS” di www.manadopost.co.id (30/11-2012).

Ada beberapa hal yang patut ditanggapi pada pernyataan di atas, yaitu:

Pertama, yang mencemaskan bukan penyebaran HIV/AIDS karena HIV/AIDS tidak menyebar. Yang mencemaskan adalah perilaku, terutama sebagian laki-laki dewasa, yang melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan yang berganti-ganti atau dengan perempuan yang sering berganti-ganti pasangan.

Kedua, perilaku sebagian perempuan, bukan pekerja seks, yang melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan laki-laki yang berganti-ganti.

Ketiga, kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga tidak ironis karena yang ironis adalah mereka tertular HIV dari suaminya.

Keempat, ada penyakit lain yang tidak ada obatnya, seperti demam berdarah. Ada pula penyakit yang ada obatnya tapi tidak bisa disembuhkan yaitu diabetes dan darah tinggi.

Kelima, pekerja seks tidak berdiam selamanya di satu tempat. Lagi pula tes HIV terhadap pekerja seks tidak sistematis sehingga tidak semua pekerja seks terjangkau tes HIV.

Keenam, tidak dijelaskan apakah suami 210 ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS itu sudah menjalani tes HIV atau belum. Kalau belum maka mereka akan menjadi mata rantai penyebaran HIV di masyarakat, al. melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.

Celakanya, Perda AIDS Prov Sulawesi Utara pun sama sekali tidak memberikan langkah yang konkret untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS melalui hubungan seksual dengan pekerja seks (Lihat: Menguji Peran Perda HIV/AIDS Prov Sulawesi Utara* - http://www.aidsindonesia.com/2012/10/menguji-peran-perda-hivaids-prov.html). 

Disebutkan: Salah satu fakta menyedihkan juga, saat ini ada empat pelajar yang terjangkit penyakit yang menyerang kekebalan tubuh tersebut.

Hal itu tidak menyedihkan karena pelajar itu celaka karena mereka tidak diberikan informasi yang akurat tentang cara-cara mencegah agar tidak tertular HIV. Yang menyedihkan adalah pemerintah setempat yang tidak menyebarluaskan inforrmasi HIV/AIDS secara akurat.

Tapi, kasus HIV/AIDS pada empat pelajar itu dikabarkan tertular dari ibunya. Cuma, tidak dijelaskan usia pelajar tsb.

Menurut Jones Oroh, Pengelola Program KPA Provinsi Sulut, ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS dibagi dalam dua kategori, yakni ibu rumah tangga murni (ibu rumah tangga yang tertular HIV dari suaminya) dan ibu  rumah tangga berprilaku beresiko (pekerja seks tidak langsung, seperti yang mangkal di diskotek, pub, cafe, panggilang, dll.). Ada pula ibu rumah tangga yang mempunyai hugel atau menjalin hubungan dengan brondong.

Oroh mengimbau agar pasangan suami atau istri yang telah terdeteksi mengidap HIV/AIDS terbuka satu sama lain dengan melakukan komunikasi yang baik.

Kalau orang-orang yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS melakukan tes HIV dengan standar baku, maka tidak ada persoalan karena sebelum tes mereka sudah menerima konseling. Termasuk cara atau langkah yang akan dilakukan jika terdeteksi HIV-positif.

Yang menjadi persoalan besar adalah banyak orang yang tidak menyadari dirinya sudah tertular HIV karena tidak ada tanda-tanda atau gejala yang khas AIDS pada fisik mereka.

Untuk itulah Pemprov Sulut perlu membuat program yang konkret berupa intervensi agar laki-laki selalu memakai kondom jika melacur. Namun, hal ini mustahil karena di Sulut tidak ada lokalisasi pelacuran.

Maka, penyebaran HIV/AIDS akan terus terjadi di Sulut yang kelak bermuara pada ’ledakan AIDS’. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.