21 Januari 2013

Di Prov Lampung Kasus HIV/AIDS Pada Dewasa Penyuluhan Pada Remaja

Tanggapan Berita (21/1-2013) – Jumlah penderita HIV/AIDS di Lampung tahun ini meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini pernyataan Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandarlampung, Rendy Arga dalam berita “Penderita HIV/AIDS di Lampung Naik 20 Persen” di lampost.co (1/12-2012).

Pernyataan Rendy itu menunjukkan pemahaman yang tidak komprehensif terhadap HIV/AIDS, tapi bisa juga wartawan yang menulis berita ini juga tidak memahami HIV/AIDS sebagai fakta medis.

Setiap saat jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan akan terus meningkat atau bertambah karena pelaporan kasus HIV/AIDS di Indonesia dilakukan dengan cara kumulatif. Artinya, kasus lama ditambah kasus baru. Begitu seterusnya sehingga angka laporan kasus HIV/AIDS tidak akan pernah turun atau berkurang biar pun penderitanya banyak yang meninggal.

Disebutkan tahun 2012 kasus kumulatif HIV/AIDS di Prov Lampung mencapai 509 dan 32 di antaranya adalah anak-anak.

Ini pernyataan Rendy: "Secara umum, mereka adalah wanita yang tertular dari pasangannya sendiri, kemudian dari ibu yang mengandung itu menularkan virusnya ke anak yang tengah dikandungnya."

Pertanyaan untuk Rendy: Bagaimana pasangan wanita-wanita yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS itu tertular HIV?

Tidak dijelaskan dalam berita.

Celakanya, biar pun fakta menunjukkan kasus banyak pada kalangan dewasa, tapi Skala PKBI Lampung justru menggalang 2.902 remaja dari 24 sekolah di Bandarlampung untuk mendapat informasi tentang HIV/AIDS dalam upaya penanggulangan penularan HIV/AIDS.

Disebutkan oleh satu pengurus Skala PKBI Lampung, Dwi Hafsah Handayani: "Mereka ini adalah agen-agen yang memberikan informasi kepada rekan sebayanya bagaimana agar terhindar dari virus membahayakan itu."

Pertanyaan untuk Dwi Hafsah Handayani:

(1) Bagaimana remaja-remaja itu menyalurkan dorongan hasrat seksual mereka secara aman?

(2) Apakah dalam penyuluhan ada cara-cara konkret yang diberikan kepada remaja tentang pencegahan HIV agar dalam menyalurkan hasrat seksual mereka tidak tertular HIV?

Dorongan hasrat seksual tidak bisa digantikan dengan kegiatan lain, sehingga remaja perlu memahami cara-cara penyaluran dorongan seks yang aman dari risiko tertular HIV/AIDS.

Karena sasaran penyuluhan tidak tepat, yaitu kepada remaja sedangkan kasus banyak pada kalangan dewasa, maka penyebaran HIV/AIDS di Lampung pun akan terus terjadi. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.