23 Januari 2013

2.000 PSK "Beroperasi" di Kota Manado


* Di Kota Manado, Sulut, Bisa Diketahui Kapan Seseorang Terjangkit HIV/AIDS

Tanggapan Berita (24/1-2013) – Koordinator Penanggulangan AIDS Kota Manado, Umar Mato, beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan bahwa setiap bulan terdapat 5-9 penderita baru yang terjangkit HIV/AIDS. Ini pernyataan dalam berita “Ada 2.000 Pekerja Seks Komersial (PSK-pen.) di Manado” (kompas.com, 16/1-2013).

Wow, hebat juga Umar Mato ini. Dia bisa mengetahui kapan seseorang tertular HIV.

Yang terjadi adalah setiap bulan ada 5-9 kasus yang baru terdeteksi. Artinya, tidak bisa diketahui kapan mereka tertular HIV.

Disebutkan bahwa di Kota Manado terdata 2.000 PSK. Ini artinya, setiap malam ada 6.000 laki-laki yang berisiko tertular HIV jika mereka sanggama dengan PSK tanpa kondom.

Karena di Kota Manado tidak ada lokalisasi pelacuran, maka tidaklah mungkin menjalankan program ‘wajib kondom’ bagi laki-laki ketika sanggama dengan PSK karena hubungan seksual terjadi di banyak tempat dan terjadi pula setiap saat.

Sekretaris Umum Komite Penanggulagan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Utara, Masri Paturusi, mengatakan: "Penyakit mematikan HIV/AIDS berawal dari hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti. Di Manado, salah satu penyebab terbesarnya adalah tingginya angka pekerja seks komersial."

Ini benar-benar tidak masuk akal karena pernyataan itu disampaikan oleh pejabat di KPA. Kematian pada pengidap HIV/AIDS bukan karena HIV/AIDS sehingga pernyataan ‘penyakit mematikan HIV/AIDS’ merupakan pernyataan yang ngawur.

Disebutkan bahwa di Kota Manado terdapat lebih kurang 75 lokasi yang rawan praktik seks komersial, seperti hotel, salon, dan kafe.

Pertanyaannya: Apa program konkret yang dijalankan untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS di 75 lokasi pelacuran itu?

Dalam berita tidak dijelaskan. Dan, itulah kenyataannya karena tidak ada program yang konkret. Bahkan, dalam Perda AIDS Prov Sulawesi Utara pun tidak ada pasal yang memberikan cara-cara yang konkret dan sistematis untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS (Lihat: Menguji Peran Perda HIV/AIDS Prov Sulawesi Utara* - http://www.aidsindonesia.com/2012/10/menguji-peran-perda-hivaids-prov.html).

Wakil Wali Kota Manado, Harley Mangindaan, mengatakan: "Pemerintah daerah berharap program yang dijalankan oleh KPA mendapat respons yang baik dari masyarakat. ....”

Pertanyaan untuk Manindaan: Apa program konkret KPA untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS melalui pelacuran?

Lagi-lagi jawabannya tidak ada. Maka, tidaklah mengherankan kalau beberapat tahun ke depan akan terjadi ’ledakan AIDS’, terutama pada ibu-ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya, karena penyebaran HIV di masyarakat terus terjadi. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

1 komentar:

  1. PUSAT PEMBESAR PENIS, OBAT KUAT TAHAN LAMA, PERANGSANG WANITA, KOSMETIK, DAN ACCESORIES SEX P/W TERLENGKAP...!!



    Pembesar Penis Cepat

    Vakum Pembesar Penis

    Obat Kuat Sex

    Obat Penggemuk Badan

    Pelangsing Tubuh Cepat

    Perontok Bulu Kaki

    Penis Ikat Pinggang

    Alat Pembesar Payudara

    Obat perangsang wanita

    Vagina Center

    Obat Penyubur Sperma



    HOTLINE : 0812 3377 0077

    PIN BB : 2A70 31BC

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.