29 Desember 2012

HIV/AIDS Menular di Dalam dan di Luar Nikah


Tanya-Jawab AIDS No  28/Desember 2012

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: (1) Surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, (2) Telepon (021) 4756146, (3) e-mail aidsindonesia@gmail.com, dan (4) SMS 08129092017. Redaksi.

*****
Tanya: Di berbagai ceramah agama yang saya ikuti dan saya baca di banyak poster disebutkan bahwa hindari seks sebelum menikah karena dapat tertular penyakit kutukan. Jika melakukan hubungan seksual di dalam nikah itu halal dan bebas dari penyakit. Apakah hal itu benar?

‘Xx’ via SMS (23/12-2012)

Jawab: Penularan HIV melalui hubungan seksual (bisa) terjadi di dalam dan di luar nikah jika salah satu mengidap HIV/AIDS dan suami atau laki-laki tidak memakai kondom setiap kali sanggama (kondisi hubungan seksual) bukan karena hubungan seksual dilakukan di luar nikah (sifat hubungan seksual).

Dalam ikatan pernikahan yang sah pun terjadi penularan HIV. Kasus HIV/AIDS yang mulai banyak terdeteksi pada ibu rumah tangga menunjukkan penularan HIV terjadi di dalam ikatan pernikahan yang sah.

Kalau HIV/AIDS disebut kutukan karena menular, al. melalui hubungan seksual, maka orang-orang yang menderita atau mengidap kencing nanah (GO), raja singa (sifilis), dan virus hepatitis B juga mengidap penyakit kutukan karena cara penularannya persis sama dengan HIV/AIDS. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.