28 November 2012

Sekitar 900 Ibu Rumah Tangga dan 200 Anak-anak di Jawa Barat Terdeteksi Mengidap HIV/AIDS


Tanggapan Berita (29/11-2012) – ”Penularan HIV/AIDS kini tidak hanya pada populasi kunci (kelompok berisiko),tetapi meluas hingga ke masyarakat umum. Di Jawa Barat (Jabar) misalnya, penularan kepada ibu rumah tangga kini mengkhawatirkan.” Ini lead pada berita “Penularan HIV Ibu Rumah Tangga Di Jabar Mengkhawatirkan” di www.suarapembaruan.com (26/11-2012).

Disebutkan secara kumulatif kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga sekitar 900, dan anak yang tertular dari ibu yang positif sekitar 200.

Kalau yang dimaksud dengan populasi kuncuk adalah pekerja seks komersial (PSK), maka pernyataan pada lead berita itu tidak akruat karena PSK juga adalah (anggota) masyarakat. Mereka juga mempunyai keluarga: mempunyai orang tua, suami, anak, dll.

Satu hal yang dilupakan adalah penularan HIV/AIDS terhadap PSK justru dilakukan oleh laki-laki dewasa yang dalam kehidupan sehari-hari bisa sebagai seorang suami dalam keluarga di masyarakat. Kemudian ada pula laki-laki dewasa yang tertular HIV/AIDS dari PSK. Laki-laki ini juga bisa sebagai seorang suami di masyarakat.

Ini pernyataan Kepala Biro Yansos Provinsi Jabar, H Riadi tentang ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS: “Padahal mereka ini tidak berperilaku menyimpang, tetapi terkena dari suaminya yang berperilaku menyimpang. Inilah yang dikhawatirkan sekarang.”

Pertama, apa, sih, yang dimaksud H Riadi perilaku menyimpang? Penularan HIV/AIDS melalu hubungan seksual bukan karena sifat hubungan seksual (menyimpang, zina, melacur, dll.) tapi karena kondisi hubungan seksual (salah satu mengidap HIV/AIDS dan laki-laki atau suami tidak memakai kondom setiap kali sanggama).

Kedua, pernyataan H Riadi itu membuktikan di Jabar ada praktek pelacuran, tapi Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten dan kota di Jabar sama sekali tidak mempunyai program yang konkret untuk mencegah penularan HIV dari laki-laki ke PSK dan sebaliknya dari PSK ke laki-laki.

Disebutkan bahwa Jabar menduduki urutan ke-empat di Indonesia dengan jumlah kasus terbanyak hingga Juni 2012, yakni 7.270, terdiri atas 4.565 AIDS dan 2.714 HIV.  

Celakanya, dengan kasus sebesar itu Pemprov Jabar sama sekali tidak menjalankan program yang konkret untuk menanggulangi HIV/AIDS di hulu sehingga insiden infeksi HIV baru, terutama pada laki-laki dewasa melalui pelacuran terus terjadi. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.