26 November 2012

Memaksa Tes HIV sebelum Lewat Masa Jendela


Tanya-Jawab AIDS No 15/November 2012

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan melalui telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: e-mail aidsindonesia@gamil.com, Telepon (021) 4756146, atau SMS 08129092017. Redaksi.

*****

Tanya: (1) Jika hasil tes HIV setelah masa priode jendela positif, apakah bisa menularkan hiv melalui hubungan seksual dengan pasangan? (2) Apakah antibody orang normal terbentuk setelah enam bulan? (3) Tes HIV di klinik VCT ‘kan gratis, tapi kenapa saya tidak boleh tes HIV sebelum lewat masa jendela? (4) Kalau terakhir melaukan perilaku berisiko tanggal 8 September 2012 berarti 3 bulan lagi baru tes HIV yaitu tanggal 9 Desember 2012. Tapi, mengapa saya tidak boleh tes HIV tanggal 1 Desember 2012? Soalnya, saya tidak sabar menunggu  masa jendela. Ini SMS dari konselor: ”Kalau tidak sabar, yo tes saja tiap hari.” Maksud saya tes HIV sebelum lewat masa jendela agar tidak kepikiran. (5) Sebaiknya dalam masa menunggu apa yang harus saya lakukan? Mencari informasi? Tapi, semakin banyak informasi justru saya semakin takut.

“Xx”, Kota T, Jawa Timur (via SMS, 10/11-2012)

Jawab: (1) Kalau tes HIV positif, maka ada risiko menularkan HIV, al. melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah sebelum tes HIV. Itu terjadi karena jauh hari sebelum tes HIV sudah terjadi penularan. Minimal tiga bulan. Bahkan, kalau tes HIV dilakukan di masa AIDS itu artinya sudah tertular HIV antara 5-15 tahun sebelumnya. Setelah tes HIV tentu saja bisa menularkan kalau hasil tes positif. Untuk itulah ada konseling sesudah tes yaitu bimbingan jika hasil tes negatif atau positif.

(2) Apa yang Anda maksud dengan orang normal? Penyebutan normal kepada seseorang sangat subjektif. Secara teoritis antibody HIV terbentuk dalam darah setelah tertular minimal tiga bulan.

(3) dan (4) Tes HIV dengan rapid test atau ELISA sebelum lewat masa jendela bisa menghasilkan negatif palsu (HIV sudah ada di dalam darah tapi tidak terdeteksi karena belum ada antibody HIV, tes  HIV dengan rapid test dan ELISA mencari antibody HIV bukan mencari virus HIV).

(5) Lakukan kegiatan sebagai rutinitas. Pelihara kesehatan. Ketakutan ada pada setiap orang yang merasa dirinya berisiko tertular HIV. Informasi diperlukan untuk memahami HIV/AIDS secara benar.

Terkait dengan SMS konselor diharapkan tidak perlu terjadi karena konselor tetap harus menjaga etika. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.