24 November 2012

Ketika di Kelas Tiga SMA Ada Bentol-bentol di Vagina Gadis Ini


Tanya-Jawab AIDS No 12 /November 2012

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan melalui telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: e-mail aidsindonesia@gmail.com, Telepon (021) 4756146, atau SMS 08129092017. Redaksi.

*****

Tanya: Saya perempuan, 19 tahun, dulu waktu masih duduk di kelas tiga SMA sering keluar keputihan warna putih susu kadang warna kehijauan. Terasa gatal di sekitar vagina. Saya garuk-garuk. Terasa perih kalu dicuci pakai air. Seperti terbakar. Pernah tumbuh bentol-bentol berair di vagina. Saya beri salep bentol-bentolnya hilang. Saya pernah melalukan hubungan seksual dengan pacar saya. Setiap kali selesai hubungan seksual perut bagian bawah terasa kram. Dia pernah bilang ada keluar nanah dari penisnya. Sudah satu tahun saya tidak pernah lagi melakukan hubungan seksual dengan pacar saya. Tapi, kadang-kadang di sekitar vagina saya perih. Pertanyaan saya: (1) Apakah saya mengidap GO? (2) Atau ada kemungkinan saya tertular HIV? (3) Bagaimana mengetahui apakah saya tertular GO?

Nn ”X” di Kota B, Kalimantan Selatan (via SMS, 24/11-2012)

Jawab: Bertolak dari kondisi pacarmu yang mengatakan keluar nanah dari penisnya ada kemungkinan dia mengidap salah satu jenis penyakit IMS (infeksi menular seksual yaitu penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah), seperti GO atau kencing nanah, sifilis atau raja singa, virus hepatitis B, dll. Itu artinya pacarmu sering melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan perempuan lain. Akibatnya, kau pun berisiko tertular IMS dari pacarmu. Keluhanmu itu terkait dengan IMS. Seandainya perempuan yang menularkan IMS kepada pacarmu juga mengidap HIV/AIDS, maka ada kemungkinan terjadi juga penularan HIV sekaligus dengan IMS. Tidak dijelaskan apakah pacarmu itu sudah berobat ke dokter. Kalau tidak maka penyakit IMS itu tetap bisa ditularkannya kepada orang lain, seperti kepada dirimu, melalui hubungan seksual.

(1) Untuk memastikan apakah gejala-gejala yang kau sebutkan terkait dengan IMS, harus diperiksa oleh dokter ahli spesialis kulit dan kelamin. Silakan ke rumah sakit, klinik atau praktek dokter swasta. Untuk memastikan jenis IMS terkait dengan keluhanmu harus melalui uji laboratorium.

(2) Gejala yang khas AIDS tidak ada. Penularan HIV persis sama dengan IMS, maka kalau pacarmu mengidap IMS ada kemungkinan juga sekaligus terjadi penularan HIV. Untuk itu sebaiknya menghubungi Klinik VCT (tes HIV gratis dengan konseling dan kerahasiaan) di rumah sakit umum di daerahmu.


(3) Penyakit IMS yang kau derita dengan gejala-gejala yang kau sebutkan tidak bisa ditebak apa jenisnya. Maka, segeralah ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Jangan biarkan gejala itu terus terjadi. Dan ingat, jangan sekali-kali membeli obat yang dijual bebas, baik di apotek, toko obat atau di kaki lima. Setiap jenis IMS berbeda obatnya sehingga harus diketahui dulu jenis IMS yang kau idap. Ini hanya bisa diketahui melalui uji laboratorium atau diagnosisi dokter ahli. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***



Discalaimer. Tulisan ini bersifat umum yang dimaksudkan sebagai informasi tentang HIV/AIDS pada tataran realitas sosial. Terkait dengan aspek medis tentang HIV/AIDS silakan menghubungi dinas kesehatan, puskesmas, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) atau Klinik VCT di rumah sakit di tempat Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.