24 November 2012

Karyawan Takut Ketahuan Perilakunya dari Hasil Tes HIV


Tanya-Jawab AIDS No 13/November 2012

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan melalui telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: e-mail aidsindonesia@gmail.com, Telepon (021) 4756146, atau SMS 08129092017. Redaksi.

*****

Tanya: Saya menjalani tes HIV di sebuah lab klinik. Tes ini syarat untuk naik pangkat di perusahaan saya bekerja. Hasilnya akan diserahkan ke perusahaan. Saya tidak membuka hasil tes karena masih disegel. (1) Apakah perilaku saya selama ini bisa ketahuan dari hasil tes tsb.? Saya sering intim dengan wanita penghibur. (2) Apakah hasil tes tsb. bisa membongkar aib saya ketika saya masih lajang? (3) Jika tes di rumah sakit umum, apakah hasil tes bisa membuka perilaku saya waktu muda sebagai orang yang sering jajan? Sekarang saya sudah beristri. (4) Agar hasil tes HIV bisa konkret, bagiaman langkah yang harus saya tempuh? (5) Apakah tes di rumah sakit umum bisa akurat kalau tes sudah lebih dari tiga bulan dari terakhir melaukan perilaku berisiko? (6) Apakah tes di klinik VCT bayar?

Tn ”X”, di C, Jawa Barat (via SMS, 24/11-2012)

Jawab: Perilaku Anda memang berisiko tertular IMS (infeksi menular seksual yaitu penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah), seperti GO atau kencing nanah, sifilis atau raja singa, virus hepatitis B, dll., atau HIV atau dua-duanya sekaligus.

Tidak jelas apakah tes yang Anda maksud tes kesehatan secara umum atau general check-up atau hanya tes HIV. Tes kesehatan untuk keperluan kenaikan pangkat berbeda dengan tes HIV. Tes HIV harus melalui konseling sebelum dan sesudah tes, dilakukan dengan persetujuan, hasilnya rahasia, yang boleh mengetahui hasil tes HIV hanya dokter, konselor dan Anda sendiri.

(1), (2) dan (3) Kalau tes tsb. Ada tes IMS dan HIV, maka hasil tes tsb. akan menunjukkan perilaku Anda selama ini. Terutama HIV karena tidak ada gejala yang khas sehingga Anda tidak akan menyadari kalau sudah tertular HIV. Sedangkan IMS biasanya ada gejala beberapa pekan setelah tertular.

(4), (5) dan (6) Hasil tes HIV bisa akurat jika tes dilakukan minimal tiga bulan dari tanggal terakhir, al. melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan yang sering berganti-ganti pasangan, seperti wanita penghibur. Untuk lebih jelas, silakan berkunjung ke klinik VCT (tempat tes HIV gratis secara sukarela dengan konseling dan kerahasiaan) di rumah sakit umum di daerah Anda. ***[AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap]***


Discalaimer. Tulisan ini bersifat umum yang dimaksudkan sebagai informasi tentang HIV/AIDS pada tataran realitas sosial. Terkait dengan aspek medis tentang HIV/AIDS silakan menghubungi dinas kesehatan, puskesmas, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) atau Klinik VCT di rumah sakit di tempat Anda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.