22 Agustus 2012

Mencuci Penis dengan Sabun dan Pasta Gigi


Tanya-Jawab AIDS No  005/Agustus 2012

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, fax, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan melalui: surat ke LSM ”InfoKespro”, PO Box 1244/JAT, Jakarta 13012, e-mail infokespro@yahoo.com dan SMS 08129092017. Redaksi.

*****

Tanya:  Beberapa hari yang lalu saya melakukan hubungan seksual dengan PSK yang positif HIV, namun saya memakai kondom saat melakukan hal tersebut melalui vagina. Tapi, kejadian tsb. tidak berlangsung lama cuma 1-3 menit sebelum (air mani) saya ke luar saya tarik penis saya ke luar dari vaginanya. Dan langsung saya bersihkan dengan sabun dan pasta gigi berulang kali,,dan saya juga sempat menelan keringatnya. Apakah saya berpotensi tertular HIV?

Tn ”Z” (via e-mail 17/8-2012)

Jawab: Yang perlu dicermati adalah dari mana Anda mengetahui bahwa PSK yang Anda kencani itu mengidap HIV/AIDS atau HIV-positif? Probalitas tertular HIV melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan pengidap HIV/AIDS adalah 1 : 100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kali kemungkinan tertular. Persoalanya adalah tidak bisa diketahui pada hubungan seksual yang ke berapa (akan) terjadi penularan HIV. Maka, setiap hubungan seksual tanpa kondom dengan pengidap HIV/AIDS ada risiko tertular. 

Kalau memang Anda memakai kondom ketika sanggama dengan PSK yang Anda maksud, risikonya rendah. Risiko ini terkait dengan kualitas kondom, cara membuka kondom, dan cara memakai kondom. Apakah Anda yakin kondom yang Anda pakai belum kadaluarsa? Apakah Anda yakin cara memakainya sudah benar?

Selain itu apakah hubungan seksual tsb. yang pertama Anda lakukan?

Kalau jawabannya YA, maka risiko rendah atau kecil. Tapi, kalau jawabannya TIDAK, maka Anda berada pada situasi yang berisiko tertular HIV, apalai Anda sering melakukannya dengan PSK.

Tidak ada studi atau penelitian tentang lama waktu sanggama agar terjadi penularan HIV.

Jika HIV sudah masuk ke dalam tubuh melalui penis, maka tidak ada gunanya mencuci penis dengan sabun dan pasta giri karena visus sudah masuk ke dalam tubuh. Mencuci penis atau vagina dengan sabun dan odol adalah mitos (anggapan yang salah) yang berkembang di dunia pelacuran. Sama halnya dengan anjuran minum obat antibiotik dua jam sebelum sanggama dengan PSK agar terhindar dari IMS (infeksi menular seksual, seperti sifilis, GO, hepatitis B, dll.) atau HIV/AIDS. Tidak ada obat sebagai vaksin untuk mencegah IMS dan HIV/AIDS.

Dalam keringat konsentrasi HIV tidak cukup untuk ditularkan, tapi ada penyakit lain di dalam keringat.

Jika Anda khwatir atau, maaf, sudah pernah melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK, maka sebaiknya Anda berpikir untuk tes HIV secara sukarela. Tes HIV di Klinik VCT, al. di rumah sakit pemerintah, gratis.

Dengan mengetahui status HIV lebih dini maka bisa dilakukan langkah-langkah medis untuk memutus mata rantai penyebaran HIV dan penanganan kesehatan. Jika Anda sudah memutuskan untuk tes HIV, kabari kami. ***[Syaiful W. Harahap/AIDS Watch Indonesia]***

Discalaimer. Tulisan ini bersifat umum yang dimaksudkan sebagai informasi tentang HIV/AIDS pada tataran realitas sosial. Terkait dengan aspek medis tentang HIV/AIDS silakan menghubungi dinas kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) atau Klinik VCT di rumah sakti di tempat Anda.

1 komentar:

Terimakasih telah berkunjung ke situs AIDS Watch Indonesia.
Silahkan tinggalkan pesan Anda untuk mendapatkan tanggapan terbaik dari pembaca lainnya, serta untuk perbaikan ISI dan TAMPILAN blog ini di masa mendatang.